Semarang, 8 Mei 2023 - Universitas Ngudi Waluyo hari ini mencapai tonggak sejarah baru dengan melaksanakan proses penyusunan Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan internal kampus. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan utama kampus, dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan fakultas, dan berbagai pihak terkait.
Proses penyusunan SOTK merupakan langkah strategis yang diambil oleh Universitas Ngudi Waluyo dalam rangka menyelaraskan organisasi dengan perkembangan dunia pendidikan dan tuntutan pengelolaan yang semakin kompleks. Rektor Universitas Ngudi Waluyo, PProf. Dr. Subyantoro, M.Hum, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam setiap lapisan manajemen universitas.
"Penyusunan SOTK adalah langkah penting bagi Universitas Ngudi Waluyo untuk memastikan bahwa struktur organisasi kami sesuai dengan visi, misi, dan tujuan strategis institusi ini. Kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program," ujar Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum
Proses penyusunan melibatkan kolaborasi intensif antara berbagai fakultas, departemen, dan unit-unit pendukung universitas. Tim yang ditunjuk secara khusus untuk tugas ini telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi-fungsi yang ada, mempertimbangkan perkembangan akademis dan manajerial terbaru.
Dalam penyusunan SOTK, perhatian khusus diberikan pada peningkatan efisiensi administratif, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan fungsi akademis. Hasilnya, diharapkan akan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, penelitian, dan pengajaran yang lebih baik.
"Universitas Ngudi Waluyo berkomitmen untuk tetap menjadi lembaga pendidikan unggul dan berdaya saing. Penyusunan SOTK adalah langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut," tambah Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum
Dengan dilaksanakannya penyusunan SOTK ini, Universitas Ngudi Waluyo meletakkan dasar yang kuat untuk pengembangan berkelanjutan dan peningkatan mutu sebagai bagian dari transformasi organisasional yang progresif.